Cara Pengobatan Batu Ginjal Dengan Menggunakan Ureteroskopi

Cara Pengobatan Batu Ginjal Dengan Menggunakan Ureteroskopi

Cara pengobatan batu ginjal dengan ureteroskopi
Gambar: istockphoto.com

Pengobatan batu ginjal dengan ureteroskopi, sakit pinggang bisa saja menghampiri siapapun, sakit pinggang yang hebat, baik nyeri pinggang kanan ataupun kiri, ini bisa saja menandakan kalau anda mengalami yang namanya batu ginjal, batu ginjal ini bisa diderita oleh siapa saja baik laki-laki atau perempuan dewasa, ataupun juga orang tua.

Pengobatan batu ginjal dengan ureteroskopi

Pengobatan batu ginjal dengan ureteroskopi
Gambar: youtube

Ureteroskopi adalah salah satu metode yang digunakan untuk mengobati batu ginjal, Nah kalau batu ginjalnya orang biasanya orang menyebutnya kencing batu, ini digunakan dengan bantuan alat yang dinamakan dengan ureteroscope, ini bisa melalui nanti ureter, bisa melalui kandung kemih, nah ureter itu adalah saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih.

1. Pengobatan batu ginjal 

Ureteroskopi untuk mengatasi batu ginjal 
Gambar: istockphoto.com

Nah  pengobatan batu ginjal itu sebenarnya ada banyak, tetapi disini tergantung dari ukuran batu, kemudian juga jenis batu dan juga letak batu nya, biasanya dokter akan mencoba dulu pengobatan dengan menggunakan obat-obatan untuk menghancurkan batu ginjal, kalau memang setelah digunakan obat-obatan tidak ada hasil yang diinginkan ataupun belum mencapai hasil yang diinginkan, nanti dokter akan memilihkan pengobatan-pengobatan yang lebih efektif ataupun memberikan saran yang terbaik untuk pasiennya, biasanya disini berobatnya ataupun berkonsultasi nya ke dokter spesialis urologi.

👉TRENDING:   5 Penyebab Yang Menyebabkan Telinga Jadi Gatal

Sebelum dokter merekomendasikan pengobatan ureteroskopi ini, tentu dokter akan melakukan anamnesa, pemeriksaan fisik dan juga pemeriksaan penunjang, sebelum dilakukan pengobatan dengan metode ini.

2. Ketentuan menggunakan ureteroskopi

Jadi memang ada beberapa orang yang tidak direkomendasikan menggunakan pengobatan ini yaitu:

  1. Orang yang memiliki obstruksi saluran kemih, berarti saluran kemihnya itu ada sumbatan, jadi ini tidak memungkinkan karena kan nanti alatnya dimasukkan ke saluran kemih
  2. Jika memang ukuran batunya terlalu besar, kalau terlalu besar takutnya nanti ketika menggunakan metode ini hasilnya tidak sesuai yang diinginkan, masih ada batu besar yang tertinggal

3. Prosedur ureteroskopi

prosedur ureteroskopi
Gambar: istockphoto.com

Ureteroskopi ini adalah menggunakan bantuan alat ureteroscope, biasanya ini dilengkapi dengan kamera dibagian depannya dan ada 2 cara.

  1. Kalau seandainya batunya kecil ureterescope itu dilengkapi dengan keranjang yang untuk mengangkut batu-batu keluar dari ureter.
  2. Kemudian kalau seandainya agak besar, ini biasanya dilengkapi dengan laser untuk memecahkan batu-batu tersebut agar ukurannya lebih kecil, sehingga bisa dikeluarkan melalui ureter lebih gampang.

Kalo prosedurnya tentu akan dibius dulu dulu untuk menghilangi rasa sakit yang mengurangi rasa sakit dan nanti alat ureterescope dimasukkan ke ureter menuju kandung kemih baru ke ureter, di situlah baru nanti pengerjaan proses penghancuran batunya ataupun proses pengeluaran batunya. Jadi prosedur ini tentu dilakukan oleh dokter-dokter yang berpengalaman, dokter spesialis urologi, jadi kalau seandainya dokter umum itu ngga bisa karena itu bukan kompetensinya, jadi jangan datang misalkan berobat ke puskesmas, klinik mau melakukan metode ini itu ngga bisa.

👉TRENDING:   Makanan Sehat Ibu Hamil Dan Bubur Buah Untuk Bayi

4. Efek samping

Tentu ada efek samping yang rasakan setelah selesai melakukan metode ini:

  1. Nyeri ketika buang air kecil.
  2. Akan melihat urinnya itu bisa bercampur dengan darah, ada warna kemerahan, tentu itu karena tindakan tadi.
  3. Tidak bisa menahan kencing.

Tapi tidak perlu khawatir, biasanya efek samping ini hanya berlangsung kurang lebih 24 jam, setelah selesai tindakan prosedurnya, itu biasanya akan dipantau sebentar, baru nanti boleh pulang, jadi tidak memerlukan perawatan yang terlalu lama, kalau memang hasilnya itu baik.

5. Resiko ureteroskopi

Tentu setiap tindakan yang diberikan itu pasti ada resiko, tetapi resiko bisa diminimalisir dengan cara tadi, dilakukan pemeriksaan dulu, pemeriksaan fisik, penunjang, itu juga cara untuk meminimalisir resiko dari tindakan. Resikonya yang bisa terjadi yaitu:

  1. Infeksi saluran kemih
  2. Pendarahan
  3. Nyeri perut ataupun kram perut
  4. Sensasi terbakar
  5. Nyeri ketika buang air kecil, bisa jadi susah buang air kecil karena adanya jaringan parut
  6. Cedera di ureter maupun di kandung kemih
👉TRENDING:   Cara Mengobati Diare Di Rumah, Dengan Bahan Alami

Nah jadi walaupun nantinya setelah dilakukan tindakan ini dan berhasil, itu juga harus menjaga pola hidupnya, jangan sampai nanti tercipta batu yang sama atau bahkan bisa lebih besar, Nah itu tentu hal yang tidak diinginkan, karena biasanya orang yang pernah terkena batu ginjal itu beresiko untuk berulang terkena lagi, karena memang ini adalah hal yang paling umum, banyak orang yang datang ke IGD dengan nyeri pinggang hebat tembus sampai perut, nyerinya itu mendadak, mendadak itu kan karena batu ingin keluar tetapi itu sulit, karena ureter itu sempit, tentunya akan timbul nyeri hebat mendadak kemudian hilang sebentar nyeri lagi nah itu ciri khas dari batu ginjal, apalagi kalau ketika pukul dibagian punggung baik itu kanan ataupun kiri, pasti pasien akan kesakitan.

Nah ini adalah ciri-ciri ketika orang memiliki batu ataupun sedang menderita batu ginjal, tetap penuhi kebutuhan cairan agar tidak terbentuknya batu, jangan sampai sering-sering menahan buang air kecil, konsumsi minum air putih saja jangan soda, alkohol, ataupun minuman lainnya.