Arti Indent, Lengkap dengan penjelasan, cara indent

Arti Indent, Cara Indent, Kelebihan dan Kekurangannya

Aloberita – Beragam sistem prosedur dalam transaksi bisnis jual beli suatu produk barang atau lainnya, termasuk dengan sistem Indent ini. Lalu, apa pengertian dari skema pembelian dengan cara indent, dan seperti apa contohnya ? Untuk lebih jelasnya mari kita simak artikel berikut ini.

Penjelasan Arti Indent

Menurut dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI ), Indent merupakan transaksi jual beli barang atau produk lainnya yang dilakukan melalui cara memesan, kemudian melakukan pembayaran terlebih dulu sebelum barang atau produk tersebut tersedia.

Pengertian Indent lainnya adalah dimana kita menginginkan suatu jenis produk yang berada di dalam toko tersebut, tetapi stock yang ingin kita pessan tidak tersedia atau habis, maka dari itu kita perlu memesan lebih dulu supaya toko tersebut menyiapkan produk yang kita inginkan.

Dalam prakteknya, konsumen yang melakukan pembelian dengan cara indent akan diminta untuk membayar uang muka atau Down Payment (DP) pertanda pembelian tersebut jadi sesuai kesepakatan. Selanjutnya, pihak penjual akan memproses pesanan tersebut.

Mekanisme pada transaksi Indent ini hampir sama dengan sistem pemesanan, booking atau reservasi dan juga pre-order pada pemesanan suatu barang secara online, dan lamanya waktu indent tergantung dari kesepakatan antara customer dan penjual jenis produk tersebut.

Contoh Indent

Ada beberapa contoh indent yang bisa dilakukan, seperti contoh berikut ini :

👉TRENDING:   Perbedaan Arti Kata Intro Dalam Musik dan Bahasa Gaul

Contoh Indent Mobil

Indent Mobil

Ketika seseorang ingin beli mobil, pada iklan tv terdapat produk Toyota Fortunner terbaru, selanjutnya kita datang ke dealer paling dekat tetapi stock mobil tersebut telah habis. Selanjutnya, pihak marketing dealer melakukan perjanjian indent dengan pelanggan untuk memperoleh produk yang di harapkan. Kemudian customer harus menunggu supaya produk yang di pesan dapat tersedia pada dealer tersebut.

Contoh indent properti

Pembelian jenis properti secara indent ini umumnya dilakukan untuk membayar aset properti, termasuk rumah atau kendaraan seperti contoh diatas.

Mengambil contoh pembelian properti secara indent. Pada waktu pelanggan yang ingin membeli rumah secara indent bisa memesan lebih dulu. Selanjutnya, ia akan membayar sejumlah uang muka sebagai bagian dari pertanda jadi yang sudah disetujui dengan penjual.

Pada intinya, bila Anda membeli rumah secara indent berarti Anda harus siap menunggu waktu lama atau waktu yang telah disepakati untuk menempati rumah tersebut. Indent merupakan strategi yang dapat dilakukan oleh beberapa pengembang dalam pemasaran produk propertinya.

Bentuk pproperti atau rumah indent ialah rumah yang dipasarkan tapi belum siap huni bahkan juga belum dibangun. Mekanisme ini mewajibkan Anda untuk memesan dan menunggu terlebih dahulu dalam kurun waktu tertentu

Walau tempat tinggalnya belum dibangun, konsumen akan mendapatkan beberapa keuntungan dalam membayar aset itu secara indent. Anda dapat memesan unit rumah sesuai type rumah yang diharapkan. Manfaat lainnya, Anda dapat pilih juga posisi rumah dan luas tanah.

Cara Indent

indent properti

Cara melakukan indent cukup mudah, yang kami contohkan disini cara indent properti atau cara membeli rumah secara indent.
Perlu dimengerti lagi, bahwa pada mekanisme indent ini memerlukan proses yang cukup panjang. Adapun beberapa proses yang umumnya akan dilakukan, seperti berikut ini :

Pemesanan Awal

Tingkatan pertama ialah proses pemesanan oleh customer atau pembeli. Pemesanan yang diartikan ini adalah pemesanan properti (rumah) sesuai kemauan pembeli tersebut.

👉TRENDING:   Apa Arti Kata Kapita Selekta Menurut KBBI?

Umumnya, pihak pengembang akan memberi beberapa alternatif ke customer, termasuk jenis atau type rumah, lokasi rumah serta rumah yang akan dipesan.

Pada proses ini, pengembang umumnya akan menetapkan biaya pemesanan yang beda dari proses indent cash.

Lakukan PPJB

Sesudah melakukan sistem pemesanan, konsumen dan pengembang akan lakukan perjanjian atau Persetujuan Pengikatan Jual Beli (PPJB). Pada tahapan ini, surat PPJB akan diterbitkan sebagai document legal yang mendata kewajiban masing-masing pihak.

Mengajukan KPR

Kemudian konsumen akan menempuh cara selanjutnya, yaitu mengajukan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) kepada perbankan. Pada tahapan ini, konsumen perlu memberikan beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk diserahkan pada bank. Pihak bank lalu akan melakukan pengecekan pada document pembeli tersebut, untuk menilai kelayakannya.

Membayar indent dan ikrar credit

Sesudah proses pengajuan KPR disetujui oleh bank, lalu konsumen diminta untuk membayar indent cash sesuai dengan persetujuan kedua belah pihak.

Kemudian, cara paling akhir adalah lakukan ikrar atau perjanjian kredit. Proses itu akan dihadiri oleh notaris dan pihak bank sebagai pemberi KPR.

Kelebihan dan kekurangan rumah indent

Seperti disebutkan pada sebelumnya, dalam pembelian properti rumah dengan cara indent ini mempunyai beberapa kelebihan atau kekurangan.

Kelebihan indent

Ada beberapa kelebihan dan keuntungan yang dimiliki indent, yaitu :

Promosi

Bagi developer atau pengembang properti umumnya menawarkan berbagai macam bentuk promosi, dimulai dari potongan harga uang muka atau bahkan juga dari angsuran, Cara ini sudah pasti untuk menarik minat dari para calon konsumen.

Pilihan harga

Konsumen yang melakukan pembelian dengan cara indent akan mendapatkan keuntungan berbentuk harga properti yang lebih murah daripada rumah siap huni. Walaupun kedepannya tergantung dari lokasi, type, dan design rumah tersebut, tetapi perbedaan harga rumah indent dan rumah siap huni cukup besar. Maka, konsumen dapat memilih harga dari properti yang ditawarkan oleh developer atau pengembang properti.

👉TRENDING:   Apa Arti Kata Kapita Selekta Menurut KBBI?

Bebas pilih lokasi

Konsumen dapat bebas menentukan lokasi arah rumah sesuai dengan keinginan atau seleranya, serta menunjuk lokasi yang dirasakan cocok atau seperti yang di kehendaki.

Otoritas aman terjamin

Konsumen tidak perlu khawatir terkait dengan permasalahan otoritas bila melakukan pembelian secara indent. Umumnya, pengembang akan membantu konsumen dalam mengurusi otoritas mulai dari awalnya sampai akhir.

Dapat mereview proses pembangunan

Dengan cara indent, konsumen dapat mereview dan memeriksa proses pembuatan rumah yang akan dibeli. Hal tersebut dapat memungkinkan konsumen untuk sesuaikan pembangunanya, bila ada yang tidak sama dengan kesepakatan.

Kekurangan indent

Indent juga mempunyai beberapa kekurangan. Berikut beberapa daftar kekuranganya :

Resiko pembangunan gagal

Penting diingat lagi, kalau pembelian dengan prosedur indent mempunyai resiko dalam pembangunan bisa gagal. Masalahnya ada resiko atau permasalahan yang dapat terjadi setelah melakukan pembelian.

Umpamanya saja, mendadak pengembang atau pihak dari delveloper rumah melarikan diri. Karena itu, untuk memprediksi soal ini, konsumen perlu menegaskan jika pengembang rumahnya yaitu pihak yang bisa dipercaya.

Waktu yang lama

Konsumen pasti perlu menunggu waktu yang lumayan lama guna menempati rumah yang akan dibeli secara indent. Karena, rumah itu perlu dibuat lebih dulu sampai siap huni.

Kesimpulan

Setelah kami menguraikan beberapa penjelasan diatas, mulai dari penjelasan arti indent, contoh indent, cara indent, serta kelebihan dan kekurangan dari indent tersebut, mudah mudahan dapat memberikan beberapa manfaat untuk anda.

Penting untuk memahami serta mengetahui bagaimana cara melakukan beberapa transaksi jual beli, seperti indent properti, atau indent kendaraan. Supaya tidak ada kekecewaan atau penyesalan pada akhirnya.